Augmentation Rhinoplasty ( Operasi memancungkan Hidung )Dr. Budiman, SpBP

September 5, 2008

Hidung terletak di bagian central dari wajah, sehingga hidung sangat mempengaruhi penampilan dan kecantikan seseorang. Ada beberapa tipe hidung tergantung bangsa dan ras manusia. Dikenal hidung yang mancung, ramping, pesek, lebar, dan lain lain. Hidung yang didambakan masing masing orang tidaklah sama, namun pada umumnya hidung orang kulit putih (caucasia) masih dijadikan hidung rujukan, sehingga ras Asia dan Afrika lebih banyak menginginkan operasi memancungkan hidung (Augmentation rhinoplasty).


Dalam Ilmu Bedah Estetik, tentu saja dikenal acuan-acuan tertentu dalam melakukan operasi augmentation rhinoplasty, salah satu prinsip yang penting adalah penampilan yang natural harus diutamakan. Penampilan natural merubah individu ras asia yang berhidung pesek menjadi ras asia yang berhidung mancung (lebih cantik secara asia), bukan merubah ras asia menjadi seperti ras kaukasia atau ras Arab dan India misalnya. Namun demikian apabila klien menghendaki tentu seorang Ahli bedah plastik dapat saja mewujudkan keinginan tersebut. Biasanya sebelum operasi selesai, klien dipersilakan melihat cermin apakah hidung barunya sudah sesuai dengan harapannya, apabila belum maka dokter bedah plastik akan meraut kembali implant yang dimasukkan.


Ada banyak teknik operasi memancungkan hidung. Hidung yang pesek dapat diganjal dengan sesuatu yang dapat mengangkat dan mempertahankan hidung tersebut agar lebih mancung. Bahan yang dipakai harus merupakan sesuatu yang padat, bisa terbuat dari tulang, maupun tulang rawan klien itu sendiri, bisa juga memakai implant silikon padat yang konsistensinya lunak sepereti karet. Bahan padat tersebut bersifat inert, tidak berubah bentuk dan tidak merangsang jaringan sekitarnya, dan apabila dikehendaki dapat diangkat kembali kapan saja. maka hidung klien pun akan kembali seperti semula.


Teknik yang banyak dipilih biasanya teknik yang menggunakan implant padat silikon. Teknik operasi ini, tampaknya terlihat simpel, sehingga banyak kolega dokter maupun bukan dokter yang berusaha mencoba dan melakukan operasi tersebut. Tentu saja hasil yang dihasilkan pun beraneka ragam, kadang aspek natural kurang diperhatikan sehingga hidung klien tampak jelas seperti hidung hasil operasi (Operated nose), komplikasi yang ditimbulkannya pun tidak jarang terjadi antara lain berupa hidung yang miring, implant yang keluar dari tempatnya, infeksi dan lain lain yang mungkin disebabkan oleh karena bentuk dan ukuran implant yang tidak cocok, mungkin terlalu panjang, terlalu pendek, terlalu kecil atau terlalu besar, disamping sterilitas pengerjaan yang kurang diperhatikan.


Untuk mencapai keinginan yang diharapkan, sebaiknya hubungi dokter-dokter yang berkompeten melakukan tindakan tersebut yang telah mengikuti kurikulum yang jelas dalam pendidikan formalnya seperti dalam kurikulum Ilmu Bedah Plastik. Lama pengerjaan Operasi ini kurang lebih satu jam saja, dan dapat dilakukan dengan pembiusan lokal tidak memerlukan rawat inap. Untuk lebih jelas silakan menghubungi dokter anda yang tergabung dalam Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) atau dapat juga berkonsultasi melalui media ini. Bagaimanapun juga hidung anda adalah sesuatu yang sangat berharga, jadi berhati hatilah dalam memilih dan menentukan dokter anda.

Iklan