Threadlift, Kencangkan Wajah dengan Benang

September 24, 2008

KINI akses untuk meraih kecantikan dan tetap awet muda tak hanya dimiliki orang-orang kelas tertentu seperti para selebriti. Operasi bedah plastik telah membuat lompatan dengan meningkatnya permintaan. Berkembangnya teknik bedah plastik komestik membuat tindakan memancungkan hidung sudah menjadi hal biasa seperti layaknya memotong rambut di salon.
Bedah plastik saat ini begitu populer dan makin terjangkau harganya. “Saat ini, prosedur bedah plastik cepat dan mudah seperti botox, penghalusan kulit dan face lift sangat diminati,” kata Dr. Kuek.
Di Amerika Serikat, operasi kosmetik telah meningkat dengan lebih dari 700 persen. Menurut catatan medis di Inggris, penduduk Inggris menghabiskan lebih dari 400 juta dolar/tahun.
Namun, jika Anda ingin operasi plastik, lakukan riset lebih dulu. Carilah dokter bedah plastik terbaik yang berpengalaman. Makin banyak pengetahuan yang didapat, makin besar kemungkinan Anda  mendapatkan hasil operasi dan perawatan bermutu tinggi. Dokter bedah yang baik akan memberikan konsultasi, dukungan dan saran mengenai pilihan apa saja yang Anda miliki dalam operasi bdah plastik kosmetik ini.
Dengan semakin banyaknya konsultan operasi bedah plastik kosmetik dan ahli kecantikan seperti botox, suntik atau sedot lemak, penting bagi Anda untuk memilih ahli yang tepat. Dr. Leslie Kuek, ahli bedah plastik bersertifikat dan pemilik Leslie Kuek Plastic Surgery Pte.Ltd., mengatakan “Komunikasi dua arah antara pasien dan dokter sangatlah penting agar kedua pihak sama-sama mengerti apa yang dibutuhkan dan dinginkan si pasien.”
Berikut wawancara dengan Dr. Leslie Kuek  mengenai salah satu teknik pengencangan wajah dan leher dengan benang yang disebut threadlift.

1. Apa itu Threadlift?
Merupakan prosedur kecantikan yang menggunakan benang khusus, terbuat dari nilon yang tidak mudah menyerap yang diletakkan di bawah kulit untuk memberikan efek kencang dan awet muda.
Benang yang memiliki kait ini akan memastikan kulit berada di posisi yang benar dan akan menstimulasi fibrosis serta kolagen sehingga dalam jangka waktu panjang, kulit muka dan leher menjadi kencang. Jaringan di bawah kulit pun akan mengalami peremajaan.
Kini, sudah ada jenis benang yang dengan mudah dapat melebur bersama jaringan kulit, dikenal sebagai Happy Lift dan sangat diminati.
2. Apakah prosedur ini aman?
Ya, threadlift sangat aman karena tidak ada pemotongan pada jaringan di kulit. Karena itu, kemungkinan perdarahan atau infeksi pun kecil. Kelebihan dari prosedur ini adalah tidak adanya bekas luka, tidak diperlukan obat bius, serta menginap di rumah sakit.
Obat bius hanya diberikan secara local saja. Perawatan ini tidak memakan waktu lama. Dilakukan oleh dokter ahli dan hanya memakan waktu 10-15 menit.
3. Tahan berapa lama efek kencangnya?

Sekitar 2-4 tahun. Berapa lama ketahanannya, tergantung dari faktor lain seperti kondisi kesehatan pasien, gaya hidup, rokok, pola tidur serta pengaruh negatif lain dari lingkungan.
4. Apakah menyakitkan dan membuat bengkak?
Ada kemungkinan terjadi pembengkakan ringan namun sebagain besar pasien akan dapat kembali beraktivitas normal dalam 10-15 hari. Jarang sekali terdapat memar dan bebas luka.
5. Apakah prosedur ini bisa dikombinasi dengan perawatan lainnya?
Ya. Threadlift bisa digabungkan dengan prosedur kecantikan lainnya yang dapat membantu menambah peremajaan dan pencerahan. Anda bisa diskusikan dengan dokter untuk mengetahui perawatan lain yang sesuai untuk mendukung threadlift.
6. Siapa yang sebaiknya melakukan threadlift?
Hasil terbaik akan didapat pasien usia 35-50 tahun, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki tanda-tanda penuaan dini. Melalui threadlift, Anda dapat menghindari kebutuhan operasi plastik pada wajah nantinya.
7. Hasilnya seperti apa?
Hasil yang baik dapat dilihat dalam 2 tahap :
Wajah langsung tampak kencang. Ini akan menjadikan wajah Anda terlihat awet muda dan segar. Kondisi berlanjut setelah 10 bulan berikutnya dimana kolagen fibrotik dan elastin meningkat sehingga hasilnya akan membaik seiring berjalannya waktu!

kompas.com

Senin, 2 Juni 2008 | 22:19 WIB

Iklan

APAKAH BEDAH PLASTIK ITU ?

September 24, 2008

Bedah Plastik merupakan suatu cabang Ilmu Bedah yang mengerjakan operasi Rekonstruksi dan Estetik. Istilah ”Plastik” sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu plasticos yang berarti dapat diubah/dibentuk, bukan dengan menggunakan bahan dari plastik, tetapi dengan menggunakan bahan dari tubuh sendiri (lemak, tulang rawan, kulit, dll) atau bahan artificial (implant) seperti silikon padat untuk memancungkan hidung atau silikon gel untuk membesarkan payudara.Operasi Rekonstruksi dan Estetik

Apa yang membedakan operasi Rekonstruksi dan Estetik adalah dari tujuan prosedur pembedahan itu sendiri. Pada operasi rekonstruksi diusahakan mengembalikan bentuk/penampilan serta fungsi menjadi lebih baik atau lebih manusiawi setidaknya mendekati kondisi normal. Pada operasi estetik, pembedahan dilakukan pada pasien-pasien normal (sehat), namun menurut norma bentuk tubuh kurang harmonik (misalnya, hidung pesek), maka diharapkan melalui operasi bedah plastik estetik didapatkan bentuk tubuh yang mendekati sempurna.

Yang perlu dipahami mengenai bedah plastik, adalah bukan permainan sulap, tindakan pembedahan sendiri didasarkan ilmu pengetahuan kedokteran khususnya mengenai luka dan proses penyembuhan yang berjalan alami. Penyembuhan luka dapat berlangsung sampai 12 bulan, dengan akan meninggalkan bekas luka, disinilah peran bedah plastik, dalam upaya menyembunyikan bekas luka sayatan atau meninggalkan bekas luka yang samar.

Yang berwewenang melakukan Bedah Plastik
Yang diperbolehkan mengerjakan operasi Bedah Plastik adalah dokter yang sudah menjalani pendidikan Bedah Plastik yaitu mengikuti bedah dasar selama 2 tahun dan Bedah Plastik selama 3 tahun minimal.
Sering menjadi pertanyaan, apakah bedah plastik berbahaya? Selama tindakan dikerjakan oleh dokter spesialis bedah plastik dengan mengikuti hukum alam, proses penyembuhan luka maka tidak ada bahaya seperti yang sering terjadi di kalangan tenaga nonmedis (masyarakat awam, salon, dsb) yang berani menawarkan hasil yang instan dengan menggunakan bahan suntikan seperti silikon cair, kolagen untuk memancungkan hidung atau membesarkan payudara.
Silicon cair sendiri telah lama ditinggalkan (1971) karena merusak kulit. Akibat reaksi kulit yang terjadi sering perlu dilakukan tindakan pembuangan jaringan di kemudian hari, sedangkan implan kolagen lebih bersifat untuk rejuvenasi kulit bukan untuk augmentasi dan perlu pengulangan tindakan setiap 3 bulan.
Berdasarkan proses penyembuhan luka, beberapa jenis operasi rekonstruksi maupun estetik perlu beberapa tahap operasi. Operasi pertama yang langsung mengatasi keluhan, operasi kedua untuk perbaikan atau refinement. Sesuai dengan kaidah proses alami penyembuhan luka sebaiknya ada jeda waktu antara tahap-tahap operasi 6-12 bulan, dimana parut sudah matur.

Apakah Jenis-jenis Pembedahan Rekonstruksi Itu?
1. Rekonstruksi kelainan bawaan seperti sumbing bibir dan langitan, hipospadi (alat kelamin pria melengkung), hemangioma (kelainan pembuluh darah pada kulit).
2. Cacat akibat trauma/kecelakaan seperti luka bakar, kontraktur akibat luka bakar, pengangkatan tumor, ablati payudara.
3. Cacat karena Infeksi seperti noma, dimana penderita mengalami disfigurasi yang memprihatinkan.
4. Bedah Kraniofasial dan bedah maksilofasial, khusus menangani kelainan bawaan bentuk kepala dan muka (patah tulang muka akibat kecelakaan).
5. Bedah mikro (seperti traumatik amputasi jari yang memerlukan penyambungan pembuluhDarah).
6. Transexual

Sedangkan pembedahan Estetika dibedakan dalam 2 kategori yaitu pembedahan yang disebabkan proses penuaan, bertujuan memperbaiki struktur otot maupun kulit yang sedang mengalami proses degenerasi (kehilangan elastisitas sehingga kendur), seperti facelift (pengencangan muka) atau blepharoplasti (perbaikan kelopak mata).

Kategori ke 2 yaitu tindakan bedah estetik yang bukan karena proses penuaan tetapi untuk kelainan bentuk anatomi tubuh yang kurang harmonis seperti pembuatan kelopak mata, bedah estetik hidung, dagu, payudara. Tindakan bedah estetik lainnya antara lain body contouring/reshaping dengan membuang lemak yang berlebihan (liposuction) atau tummy tuck (operasi pada dinding perut) dan bedah kraniomaksilofasial untuk tujuan estetik (operasi rahang dan dagu).
Jenis operasi bedah plastik bervariasi antar negara. Di negri Asia berbeda dengan di Eropa. Kebanyakan pasien bedah plastik adalah wanita, dan tidak lagi hanya kalangan artis yang datang berkonsultasi.

Jika seseorang merasa perlu melakukan operasi bedah plastik, kondisi tubuhnya harus sehat, tidak sedang menderita sakit gula, jantung, paru-paru. Bukan berarti mereka yang menderita penyakit tersebut tidak dapat melakukan operasi estetik, hanya akan lebih baik untuk mengurangi risiko pada saat operasi dilakukan.


Operasi Plastik, Rekontruksi dan estetika

September 24, 2008

Operasi Plastik
Amankah untuk Organ Reproduksi?

Tren Baru: mengembalikan penampilan fisik dengan bedah plastik, Amankah jika kelak hamil dan menyusui lagi?

Seorang artis kondang buka rahasia tentang penampilannya yang tetap cling, meski ia sudah jadi ibu beberapa anak. Sang diva mengaku menjalani bedah plastik. Oh, apanya yang dioperasi?

Organ tubuh yang kerap ‘dibenahi’ adalah payudara dan daerah seputar perut. Padahal di dalam wilayah tersebut terdapat sistem reproduksi wanita.

Rekontruksi dan estetika

Sebenarnya apa sih, bedah plastik itu? Bedah plastik adalah tindakan operasi atau pembedahan yang bertujuan memperbaiki fungsi dan estetika bagian tubuh. Kata plastik dalam istilah ini berasal dari bahasa Yunani plastikos yang berarti membentuk. Jadi, sama sekali tidak ada hubungannya dengan istilah plastik yang kita kenal secara umum.

Nah, menurut dr. Elida Sari Siburian, SpBP, dokter spesialis bedah plastik dari RS Fatmawati, Jakarta, “Bedah plastik ini terbagi menjadi dua jenis, yakni bedah plastik rekonstruksi dan bedah plastik estetika. Seorang dokter ahli bedah plastik, mengerjakan keduanya.”

Elida memberi contoh, “Pada seorang wanita yang telah melakukan operasi pengangkatan tumor pada payudaranya, dokter bedah plastik dapat membantu mengembalikan bentuk payudara seperti semula melalui bedah plastik rekonstruksi.”

Bagaimana dengan bedah plastik estetika? “Salah satu contohnya adalah yang banyak dibicarakan sekarang, yaitu liposuction atau sedot lemak dan tummy tuck, yaitu tindakan membentuk perut serta menarik otot-otot perut. Liposuction sendiri bertujuan untuk pembentukan atau shaping. Jadi, jangan berharap setelah melakukan ini, tubuh akan menjadi kurus atau langsing. Begitu juga dengan tummy tuck. Sebab, lemak yang diambil adalah yang terletak di bawah lapisan kulit, sehingga tidak bertujuan mengecilkan bagian dalam perut,” jelas dokter yang mengambil spesialisasi bedah plastik di FKUI pada tahun 1999 ini.

Itu sebabnya, dr. Elida mengingatkan, bila Anda baru saja melahirkan dan kebetulan tubuh jadi sangat melar, hendaknya tidak segera melakukan pengembalian bentuk tubuh, baik dengan liposuction maupun tummy tuck. Tunggulah sampai lewat dari 3 bulan setelah melahirkan.

Alasannya, masih menurut dr. Elida, “Pertama, secara medis, kedudukan atau posisi rahim pada ibu yang baru melahirkan masih tinggi, belum kembali ke posisi normal. Kedua, kadar hormon di dalam tubuh si ibu belum stabil. Dan ketiga, ibu yang baru melahirkan biasanya masih dalam proses mengalami gangguan aliran darah balik dari kaki, karena rahimnya yang membesar selama masa kehamilan. Juga, kondisi jaringan tubuhnya belum membaik seperti sediakala, sehingga kalau dilakukan upaya pengembalian bentuk tubuh, hasilnya akan tidak optimal.”

Anisa Bahar (27 tahun), penyanyi yang baru melahirkan Shakty Fany Pratama (1 tahun), adalah salah seorang yang melakukan upaya pembenahan penampilan dengan mematuhi aturan main dari dokter. “Saya melakukan liposuction 4 bulan setelah melahirkan. Ini berdasarkan saran dokter kandungan saya. Katanya, paling cepat baru boleh dilakukan setelah 3 bulan.”

Sementara Aisyah (bukan nama sebenarnya) yang merasakan adanya lemak menggelambir di beberapa bagian tubuhnya setelah punya 5 anak, memutuskan untuk melakukan liposuction dan tummy tuck kurang-lebih setahun yang lalu, setelah anak terkecilnya berusia 7 tahun.

Masih seputar bedah plastik, dr. Budi Imam Santoso, SpOG(K) yang menjabat sebagai Kepala Divisi Uroginekologi, Departemen Obstetrik dan Ginekologi, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menambahkan, “Bagi mereka yang mengalami kerusakan fungsi otot dasar panggul akibat persalinan alami, juga dapat dilakukan tindakan pembenahan dengan bedah plastik, untuk tujuan rekonstruksi dan estetika.”

Hamil dan menyusui lagi

Alasan kuat yang mendorong seorang wanita mau ‘bersakit-sakit’ melakukan operasi plastik, tak bisa dipungkiri, kebanyakan memang untuk memperbaiki penampilan. Anisa Bahar tidak menutup-nutupi akan hal itu. “Setelah melahirkan, berat badan saya naik sampai 35 kg! Mengerikan! Saya sampai tidak berani tampil di panggung. Saya tidak percaya diri setiap kali melihat bentuk badan saya sendiri! Malu banget rasanya….“

Aisyah punya alasan sedikit berbeda. “Motivasi saya melakukan liposuction dan tummy tuck untuk masalah penampilan dan kesehatan. Kalau terlalu banyak lemak di dalam tubuh saya, pasti risiko terserang berbagai jenis penyakit juga lebih besar. Apalagi dalam keluarga saya ada riwayat penyakit diabetes.”

Dari kasus-kasus yang pernah ditanganinya, dr. Elida yang memiliki sertifikat nasional dan internasional untuk melakukan bedah plastik ini menuturkan fenomena yang berkembang di tengah masyarakat, “Memang, wanita sekarang, apalagi mereka yang bekerja, secara estetika membutuhkan pakaian yang nyaman, praktis, dan membuatnya percaya diri terhadap penampilannya, sesuai profesi masing-masing. Tak heran, kalau setelah melahirkan, ada yang ingin cepat-cepat memperbaiki kembali bentuk tubuhnya agar bisa berpenampilan seperti sebelum hamil. Bukan hanya bentuk perutnya tapi juga ukuran payudaranya.”

Sementara itu, dr. Budi melihat adanya alasan lain bagi seorang wanita untuk melakukan bedah plastik. “Lebih dari 90% kasus kerusakan otot dasar panggul, terjadi akibat proses persalinan alami. Keadaan ini dapat mengakibatkan gangguan berupa ketidakmampuan menahan buang air kecil dan air besar. Juga, penurunan posisi rahim, kandung kemih, serta rektum. Bahkan, bisa sampai mengakibatkan tidak berfungsinya organ seksual. Nah, pembenahan terhadap gangguan fungsi otot dasar panggul dengan tindakan bedah konstruksi maupun estetika, lebih bertujuan untuk mengembalikan atau meningkatkan kualitas hidup si ibu.”

Setelah menjalani operasi plastik dan menikmati hasil dari ‘jerih payah’ dan ‘pengorbanan’ mereka, baik Anisa maupun Aisyah mengaku merasa sangat puas. Bahkan, mereka juga mengatakan rasa percaya dirinya menjadi pulih. Mereka merasa happy dengan dirinya! “Walau hasilnya baru terlihat agak lama, sekitar 6 bulan kemudian, tapi saya puas! Orang-orang di sekitar saya juga kaget dan memuji, khususnya suami saya….” tutur Anisa dengan nada bahagia.

Tak jauh beda dengan Anisa, Aisyah pun merasakan kebahagiaan melihat hasilnya. “Seluruh keluarga yang mendukung keputusan saya waktu itu, juga merasa puas.”

Lalu, bagaimana akibat operasi tersebut untuk organ reproduksi ibu? Baik dr. Elida dan dr. Budi sepakat menyatakan bahwa setelah dilakukan bedah plastik rekonstruksi maupun estetika, seluruh organ reproduksi yang ‘dibenahi’ dapat berfungsi kembali seperti sediakala. “Bagi mereka yang menjalani bedah plastik payudara, akan tetap dapat berfungsi untuk menyusui anaknya. Karena implant diletakkan di bawah kelenjar air susu. Begitu juga dengan sedot lemak pada perut,” jelas dr. Elida. Jadi, ibu yang bersangkutan juga boleh hamil lagi 3 bulan setelah operasi plastik, karena proses liposuction dan tummy tuck tidak melibatkan rahim.

Tak heran jika artis seksi Hollywood Pamela Anderson yang terkenal dengan ukuran payudaranya yang jauh di atas rata-rata. Tetap sukses menyusui kedua anaknya meski pada payudaranya dilakukan bantuan operasi penambahan implant.

Sementara untuk bedah plastik rekonstruksi akibat kerusakan otot dasar panggul pasca persalinan, dr. Budi juga menegaskan, “Setelah dilakukan operasi, anatomi, fungsi, dan penampilan organ reproduksi yang dibenahi akan kembali seperti semula. Jadi, si ibu aman-aman saja bila ingin hamil lagi.”

Segudang informasi

Sebagai pakar dalam urusan bedah plastik pada tubuh wanita, baik dr. Elida maupun dr. Budi sama-sama menyarankan kepada mereka yang berniat melakukan bedah plastik untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum mengambil keputusan.

Dokter Elida yang pernah mengikuti Simposium Internasional Asosiasi Bedah Plastik Amerika Serikat di Chicago bulan September-Oktober 2005 ini, mengingatkan, “Anda harus mengerti dulu makna dari berbagai istilah tindakan yang akan dilakukan pada bedah plastik. Misalnya, arti dan tujuan dari liposuction dan tummy tuck. Termasuk, pertimbangan kesiapan mental si ibu bila setelah melewati prosedur operasi yang mungkin dirasakan sakit, dan apabila dia kelak hamil lagi, siapkah untuk merasakan sakit lagi pada waktu menjalani proses persalinan, mengingat ambang sakit setiap orang berbeda.

Juga, perlu dipertimbangkan bekas luka operasinya, akan ditempatkan di sebelah mana, serta Anda pun harus tahu hasil yang akan dicapai setelah menjalani seluruh rangkaian operasi.”

Saran dr. Budi untuk bedah plastik rekonstruksi kerusakan otot dasar panggul pasca melahirkan juga tak jauh beda. “Si ibu yang akan menjalani operasi harus membekali diri dulu dengan informasi tentang cara mendeteksi secara dini adanya kerusakan fungsi otot dasar panggulnya sehabis melahirkan. Bila sudah positif didiagnosa dokter, biasanya pembenahan dan pemulihan pertama adalah dengan menyarankan si ibu berlatih senam Kegel. Apabila dengan cara itu tidak berhasil, barulah kita lakukan tindakan operasi. Tapi, kita juga akan mengatakan secara terus terang bahwa tingkat keberhasilannya paling tinggi hanya sekitar 80%.”

Upaya membekali diri ini juga dilakukan Anisa. “Sebelum melakukan liposuction, saya konsultasi dulu dengan dokter bedah plastik dan dokter kandungan. Karena saya berencana punya anak lagi, saya tidak melakukan liposuction melebihi saran dokter. Jadi dilakukan bertahap, tidak secara instan. Bagian lemak yang disedot juga tidak termasuk payudara.”

Sedangkan Aisyah, sebelum melakukan liposuction dan tummy tuck, rajimn mencari informasi dan berkonsultasi dengan dokter. “Saya konsultasi ke dokter sampai 3 kali,” katanya.

Satu hal yang juga perlu diingat dan dijadikan bahan pertimbangan yang matang sebelum berencana melakukan bedah plastik adalah, apa yang baik bagi orang lain, belum tentu baik pula bagi Anda! Karena, tubuh setiap orang sangat unik. Sebagai contoh, mungkin tubuh teman Anda yang melakukan bedah plastik tidak memiliki bakat mudah terbentuk keloid, sehingga hasil operasinya terlihat sukses karena tidak meninggalkan bekas yang berarti. Sebaliknya, bila Anda memiliki bakat keloid, sebaiknya berpikir lebih panjang sebelum mengambil keputusan. Karena, pada mereka yang berbakat keloid, bekas luka operasi umumnya akan menjadi keloid yang cukup mengganggu. Bisa-bisa malah timbul masalah baru!

Sebagai tambahan bahan pertimbangan Anda menurut dr. Elida, carilah dokter ahli bedah plastik yang bersertifikat. Akan lebih baik kalau dokter tersebut juga memiliki sertifikat internasional sehingga kalau pun terjadi sesuatu di kemudian hari, penanganannya dapat dirujuk ke dokter lain yang lebih ahli dalam skala internasional.

Sri Lestariningsih

Bahan: Andi Maerzyda Th, SL


Operasi Estetika

September 24, 2008

Setiap perempuan ingin cantik. Dengan begitu, mereka merasa diperhatikan dan memiliki kepercayaan diri ketika bersosialisasi.

Namun, kini ukuran kecantikan bagi perempuan tidak lagi hanya yang terpancar dari dalam (inner beauty), namun juga kecantikan fisik (outer beauty). Konsep kecantikan dari dalam dan luar tubuh saling berkaitan dan diyakini akan menciptakan kecantikan sempurna.

Jika kecantikan perempuan dari dalam seperti kebaikan hati, kesabaran, dan akhlak baik lainnya sudah terpancar, kecantikan luar menjadi pelengkapnya.

Jika Anda salah satu yang kurang puas dengan bentuk tubuh atau penampilan fisik, ada beragam cara membuat kecantikan fisik sesuai keinginan. Salah satunya adalah dengan operasi estetika atau yang dalam bahasa asingnya disebut cosmethic surgery.

Ada dua alasan mengapa seorang dokter ahli kecantikan melakukan tindakan operasi estetika.

Pertama, adanya cacat pada bagian tubuh tertentu seseorang yang membuat dokter kecantikan perlu melakukan tindakan operasi rekonstruksi. Ada pula pasien yang mengalami kecelakaan dan membuat fisiknya yang semula sempurna menjadi cacat.

Kedua, ada juga tindakan operasi yang bertujuan untuk memperbaiki bagian tubuh tertentu karena adanya ketidakpuasan pasien dari kondisi yang sudah ada.

Ada banyak cara tindakan operasi, mulai dari mengurangi sampai dengan menambah bagian tubuh tertentu supaya menjadi lebih sempurna.

Operasi seluruh tubuh

Hampir seluruh bagian tubuh dapat dioperasi supaya menjadi lebih sempurna. Mulai dari rambut, alis, bulu mata, kelopak mata, hidung, pipi, dagu, leher, sampai dengan bentuk wajah, tubuh.

Bagian tubuh lainnya juga dapat diperbaiki seperti misalnya kulit, gigi, dan rambut.

Beberapa tindakan operasi estetik yang dapat dipilih yaitu liposuction atau liposculpture, rhinoplasty atau nose surgery, face lift, scar revision, permanent hair removal, radio frequency surgery, skin rejuvenation, microdermabrasion, botox injection, dan blepharoplasty atau eye lids surgery.

Selain itu ada tindakan operasi estetik lainnya seperti anti aging, skin filler, facial medic, dan manicure atau pedicure medic.

Untuk tindakan operasi gigi, tindakan operasi kecantikan yang dapat dipilih yaitu membersihkan karang gigi, menambal lubang, perawatan saraf, pencabutan, merapikan, memutihkan, dan membuat prothese gigi dengan membuat crown, bridge, dan implan.

Kini operasi ini juga tidak hanya dapat dilakukan oleh kaum perempuan saja, kaum pria juga dapat menikmati hasil dari operasi estetik ini.

Misalnya, pria yang mengalami kebotakan. Lebih dari 90% kebotakan pada pria disebabkan faktor androgenetic, faktor kebotakan yang tidak dapat diatasi hanya dengan berbagai pengobatan dan perawatan saja.

Untuk persoalan yang satu ini, operasi estetik yang mungkin dapat dilakukan adalah pencangkokan rambut, solusi permanen dengan hasil yang alami. Syarat mutlak tentunya adanya pendonor rambut.

Pada perempuan tindakan ini lazim dilakukan karena adanya gejala penjarangan rambut, sehingga perlu juga dilakukan pencangkokan rambut.

Namun, rambut yang dimaksud bukan hanya rambut di kepala saja, rambut yang tumbuh di alis, bulu mata, kumis, cambang, bahkan rambut genital.

Tentunya tindakan operasi semacam ini tidak murah. Selain itu harga yang dipertaruhkan juga bukan sekadar uang, namun bisa jadi juga nyawa.

Persoalan tubuh secara fisik itu bisa diatasi dengan pola hidup yang sehat sejak usia dini. Makan makanan sehat, tidak stres, tidur cukup, tidak mengkonsumi alkohol, dan berolahraga secara teratur adalah cara seseorang tetap berada dalam kondisi sehat dan cantik

Oleh Th.D.Wulandari
Wartawan Bisnis Indonesia

Sumber: Bisnis Indonesia