Pria dan Operasi Plastik

Dulu, operasi plastik kosmetik hanya monopoli kaum berduit. Dan tampaknya pula, hanya wanita yang tertarik ‘mempermak’ tubuhnya. Tapi kini, makin banyak pria yang mulai ‘melirik’ operasi plastik sebagai salah satu alternatif memperbaiki bentuk tubuhnya. Gejala apa ini?

Dengan semakin majunya teknik bedah plastik yang kini telah mampu membuat hasil operasi se’alami’ mungkin, berubahnya pandangan masyarakat—pria khususnya—terhadap operasi plastik dan meningkatnya kesadaran pria akan penampilannya, kini telah banyak pria mengunjungi dokter bedah plastik untuk minta sedot lemak, mengecilkan payudara, memancungkan hidung, memperbesar kelopak mata atau ‘mempermak’ bagian lain dari wajahnya.

Bahkan, ada pula yang ingin memperbesar penisnya dengan bedah plastik. Sebagai tambahan, biaya operasi yang kian terjangkau juga dapat diperhitungkan sebagai salah satu faktor pendukung. Yang jelas, tampaknya operasi plastik kosmetik telah mulai mendapat tempat di hati pria, terutama mereka yang peduli pada penampilannya.

Meski demikian, pertimbangan pria mengenai segi kosmetis dari bedah plastik ini agak berbeda dengan wanita. Bila wanita cenderung memilih bedah plastik untuk meningkatkan nilai estetik dari suatu bagian tubuhnya–yang terkadang normal-normal saja, pria memilih bedah plastik untuk menutupi atau mengatasi kekurangan dari suatu bagian tubuhnya yang memang kurang sempurna.

Ambil contoh pria yang melakukan sedot lemak di daerah perut karena memang pria terkenal dengan ‘GP’ (gendut perut)-nya, mengecilkan payudaranya yang memang membesar karena ia mengalami ginekomastia (pembesaran payudara pada pria) atau memperbesar penis karena memang tubuhnya terlalu gemuk sehingga penisnya tersembunyi di balik lipatan lemak. Dilihat dari realita yang wajar saja, wanita ‘tergugah’ untuk melakukan operasi plastik setelah mengamat-amati dirinya di depan cermin, sementara pria agak berbeda, mereka ingin tampil menarik saat sedang berolah raga di tempat umum atau mengenakan pakaian olahraga yang pas di badan, juga tampil menarik di tempat kerja.

Salah satu alasan untuk melakukan operasi plastik, adalah karena pria juga ingin tampak awet muda, sehingga ia melakukan facelift. Contohnya, Stanley Jacobs, seorang aktor gaek Amerika, yang kembali mendapat ‘order’ segera setelah ia melakukan operasi facelift. Mengaku penampilan merupakan hal yang penting baginya, ia mengatakan, tak ingin tampak seperti saat berusia 20-an, hanya ingin tetap tampil menarik di usianya sekarang. Hal ini tampaknya didorong oleh kemajuan di bidang bedah plastik yang memungkinkan hasilnya se’alami’ mungkin dan tak meninggalkan bekas.

Itu karena operasi plastik jaman dulu bisa diibaratkan seperti merapikan seprei dengan ‘menyembunyikan’ bagian kusutnya di bawah kasur, artinya mereka meremajakan lapisan lemak di permukaan kulit wajah tanpa menyentuh lapisan otot dan jaringan ikat diantara kulit dan tulang wajah.

Sementara dengan teknik bedah plastik yang dilakukan saat ini dapat meremajakan kedua lapisan tersebut. Ditambah dengan kemampuan menyembunyikan bekas jahitan di garis rambut, belakang lipatan hidung dan bawah dagu, hasilnya tentu akan tampak jauh lebih ‘alami’.

Cara lain untuk tampak awet muda, juga dengan bedah plastik, adalah dengan melakukan sedot lemak, yang merupakan jenis operasi bedah plastik terbanyak yang dilakuan di Amerika. Dengan cara ini, mereka dapat menghilangkan lemak tubuh di tempat yang tak diinginkan, seperti perut, paha, dll. Di Amerika sendiri, semakin banyak pria melakukan bedah plastik seperti dikatakan

Ketua Asosiasi Dokter Bedah Plastik Amerika, Dr. Paul Schnur,” mereka tidak hanya ingin merasa dan tampak lebih muda, tapi juga karena membuat mereka merasa lebih kompetitif di tempat kerja.” Di samping sedot lemak, prosedur bedah plastik yang juga banyak diminati adalah operasi kelopak mata, pembentukan hidung, pengecilan payudara dan injeksi kolagen.

Melihat alasan-alasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin banyak pria melakukan operasi plastik karena mereka semakin peduli dengan penampilannya.

Mengenai pantas-tidaknya mereka melakukannya, semua berpulang pada individu masing-masing. Pada hakikatnya, keinginan itu adalah hak asasi tiap orang, namun untuk amannya, sebaiknya anda memilih pihak yang kompeten untuk melakukannya.

Dalam hal ini, tentu saja rumah sakit dan dokter bedah plastik harus berreputasi baik. Akan lebih baik lagi bila Anda mengkonsultasikannya terlebih dulu dengan dokter tersebut sebelum melakukannya. Ia akan menerangkan apakah operasi plastik benar-benar diperlukan dalam kasus Anda, apa yang akan dilakukan selama operasi, bagaimana perkiraan hasilnya dan komplikasinya, bila ada. Anda harus selalu ingat, bahwa dalam operasi plastik, seperti halnya operasi-operasi lain, selalu ada kemungkinan timbul komplikasi dalam proses operasi, juga hasilnya tak selalu sempurna. Jadi sebaiknya Anda juga menyiapkan mental untuk itu. (klinikpria)

KapanLagi.com

Satu Balasan ke Pria dan Operasi Plastik

  1. robi mengatakan:

    dok saya mau bertanya , saya pria 23 thn , bentuk muka saya tidak simetris , untuk operasi rahan biar simetris dibutuhkan biaya berapa y? dan berapa lama penyembuhannya? terimakasih dok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: